Bring it On the net

Tuesday, October 03, 2006

SERIBU TOPENG

Jangan terpedaya oleh aku. Jangan terpedaya oleh topeng yang saya pakai. Aku memakai seribu topeng. Topeng yang aku takut untuk menanggalkannya. Topeng yang tak satupun mencerminkan wajah aku yang sebenarnya. Kepura-puraan adalah satu seni yang sudah sehati dengan diri ku, tetapi janganlah terpedaya.

aku memberi kesan bahwa kedudukan ku dalam keadaan selamat. Semua yang bersama ku bercahaya dan tenteram baik lahir maupun batin. Rahasia adalah nama ku dan ketenangan adalah permainan ku. Air semuanya tenang dan aku merasa berkuasa dan tidak memerlukan bantuan siapapun. Tapi jangan percaya itu, tolong... jangan!

Penampilan luar ku kelihatan halus, tapi itu adalah topeng ku, topeng yang selalu berubah dan menutupi wajah ku yang sebenarnya. Di bawah topeng itu ialah ketidakpuasan hati, ketidaktenteraman, dan kegelisahan. Yang dibalik topeng itu adalah diri aku yang sebenarnya, yang dalam kebingungan, ketakutan, dan kesunyian. Tapi aku sembunyikan di diri . Aku tidak mau siapapun mengetahuinya. Aku panik memikirkan kelemahan ku akan terbongkar.

Itulah sebabnya Aku secara gila menciptakan topeng untuk berlindung, satu pencarian yang rumit untuk membantu ku berpura-pura dan berlindung dari pandangan mereka yang dapat mengenal aku. Tapi pandangan seperti itu sebenarnya adalah pandangan penyelamat ku. Itulah satu-satunya yang dapat membebaskan ku daripada aku yang terpenjara oleh dinding penjara buatan sendiri, dari dinding pemisah yang bersusah payah ku bina. Tapi aku tidak menyatakan perkara ini kepada kamu, aku tak berani, aku takut.

Aku takut pada pandangan mu yang tidak diikuti dengan kasih sayang dan penerimaan. Aku takut kamu memperkecilkan ku. Kamu akan menertawakan dan ketawa kamu akan membunuh ku. Aku takut bahwa jauh dalam diri ku, aku bukan apa-apa, aku tak berguna dan kamu akan melihatnya dan menolak ku. Oleh karena itu, aku akan bergelimang dengan permainan kesukaan ku, kepura-puraan, dan berputus asa. Dengan kepastian palsu di luar dan seorang kanak-kanak menggigil di dalamnya.

Aku sangat ingin menjadi manusia tulen, bersahaja, dan diri sendiri, tapi kamu harus menolong ku. Bantulah aku dengan mengulurkan kedua belah tangan kamu. Walaupun itulah yang terakhir yang aku ingin dan perlukan. Setiap kamu bersikap baik, lembut, dan memberikan dorongan. Setiap kali kamu mencoba memahami ku karena kamu benar-benar memperhatikan diriku, hati ku mulai tumbuhkan sayap. Sayap yang sangat kecil dan lemah. Tapi benar-benar sayap. Dengan kepekaan dan simpati kamu dan upaya kamu untuk memahami ku, aku dapat melakukannya, aku dapat memperbaiki. Kamu menghidupkan kembali jiwa ku yang telah lama terkubur. Memang tidak mudah bagi kamu untuk melakukannya.

Keyakinan yang lama pada sesuatu yang tak berarti, berupaya membina dinding yang teguh. Tetapi kasih sayang lebih teguh daripada dinding, dan disitulah harapan ku. Tolong jangan robohkan dinding itu dengan tangan yang kukuh, tapi dengan tangan yang lembut karena di dalamnya ada seorang kanak-kanak yang sensitif dan aku adalah seorang kanak-kanak.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Cursor from Crazyprofile.com